Blog

Papan bengkel tukang kayu

Panel pertukangan digunakan untuk membuat pintu, penutup dinding, furnitur built-in, dll.

Tabel 8: Dimensi papan sambungan, mm

Ketebalan H. Panjang L, dan lebar B Penyimpangan dari dimensi yang ditentukan

16, 19, 22, 25, 30, 35, 40, 45, 50

1500 x 1525

2500 x 1220

2120 x 1270

1830 x 1220

1800 x 1220

Lebar ± 5
Dengan ketebalan dari 0,8 hingga 1,5

Papan penyambung dipindahkan ke veneer hanya pada satu atau kedua sisi dan tidak dilapisi; diampelas di kedua sisi dan diampelas; di samping dan meningkatkan pelat akurasi; pada pelat direkatkan dengan resin buatan dan direkatkan dengan lem penalti. Dimensi pelat ini diberikan pada Tabel 8.

Menurut kualitas kayu daun, papan yang tidak dilapisi dibuat dalam tiga jenis: A, AB dan B (Tabel 9).

Tabel 9: Papan sambungan tidak dilapisi

Indikator Konstruksi pelat
Dari kayu lapis Dari bilah yang direkatkan atau tidak dilem

Lebar reng maksimum ..

Jenis pelat

Akurasi yang ditingkatkan Akurasi biasa

-

A, AB

20 mm

A, AB

Ketebalan 3/2 slat

A, AB dan B

Papan sambungan biasa terbuat dari kelas I II. Papan kelas I ditutup dengan veneer potong kelas I dan II.

Pemilihan jenis veneer untuk papan pertukangan dibuat berdasarkan data pada tabel. 10.

Tabel 10: Pemilihan jenis veneer buta

Panel veneer buta Jenis veneer buta
tidak dilapisi dilapisi
Dari wajah SEBUAH AB B berat sebelah dua sisi
1 2 1 2
Dari belakang B BB BB B BB 1 2


Ketebalan semua lapisan setiap lembar blind veneer dari panel yang tidak dilapisi harus untuk panel dengan ketebalan 16 hingga 35 mm - 3,6 mm, untuk panel di atas 35 mm - 4,0 mm.
Untuk panel berpelapis, ketebalan veneer potong ditentukan menurut standar yang berlaku. Pada panel yang ditujukan untuk produksi gerbong, ketebalan veneer yang dipotong harus 1,5 mm.

Papan penyambung terbuat dari kayu jenis konifera, kayu keras lunak, dan birch. Di setiap panel, bilah harus terbuat dari kayu dengan satu jenis. Bilah di papan bisa direkatkan atau tidak. Perpanjangan bilah pada pelat sepanjang panjangnya harus dilakukan secara bergantian dengan jarak antara perpanjangan bilah yang berdekatan setidaknya 150 mm. Untuk struktur penahan beban, perpanjangan bilah sepanjang tidak diperbolehkan.

20190729 1

Gambar 8: Struktur papan pertukangan; H - ketebalan; L - panjang: B - lebar

Lembaran papan yang tidak dilapisi sebaiknya terbuat dari veneer kayu birch, alder, beech atau pinus yang kualitasnya tidak di bawah tipe BB sesuai standar yang berlaku untuk triplek, dan lembaran papan berlapis - dari cut veneer yang kualitasnya tidak di bawah kelas II (Gbr. 8).

Konstruksi papan pertukangan harus simetris, yaitu. lapisan pelat harus memiliki ketebalan yang sama. Papan sambungan yang satu sisinya dilapisi dengan veneer potong harus memiliki lapisan tambahan veneer yang sudah dikupas di sisi lainnya yang ketebalannya sama dengan ketebalan veneer potong pada bagian muka papan. Arah serat kayu pada daun dari muka dan belakang panel kelongsong harus sama, dan sesuai dengan panjang bilah - sejajar atau lurus. Pada panel yang tidak dilapisi dan dilapisi, diperbolehkan untuk dirakit lembaran luar, direkatkan dari strip veneer dengan lebar minimal 100 mm, asalkan veneer dipilih sesuai dengan kualitas kayu dan warna, dan untuk panel berlapis - sesuai teksturnya.
Pada lembaran bagian belakang panel veneer dengan arah membujur serat kayu, diperbolehkan melanjutkan veneer sepanjang serat.
Pada lembaran luar panel sambungan yang tidak dilapisi dan dilapisi, jarak antara dua sambungan hingga lebar 0,3 mm, dengan panjang maksimum 250 mm per 1 m permukaan dan tidak lebih dari 3 sambungan di bagian belakang papan yang diperbolehkan. Celah antara sambungan di lembaran muka pelat yang dilapisi harus diisi dengan pasta dengan warna yang sesuai.
Cacat kayu seperti karat bagian dalam, biru, retakan dengan panjang hingga 200 mm, serta simpul sehat yang menyatu atau sebagian menyatu diperbolehkan pada bilah papan pertukangan. Simpul dan lubang yang tidak bersatu dari mereka harus diisi dengan sisipan kayu atau pasta yang dapat dilem dengan veneer. Semua jenis busuk dan jamur di bilah tidak diperbolehkan.
Pada panel yang tidak dilapisi tipe AB dan B, serta pada tipe lapis II, pada lembaran dari muka, bukaan dari simpul yang jatuh harus diisi dengan sisipan pasta atau veneer di atas lem, dengan penyesuaian arah serat dan warna kayu.
Pada veneer luar belakang, serta di semua lapisan dalam, bukaan dari simpul yang jatuh dengan diameter lebih dari 10 mm harus diisi dengan sisipan pasta atau veneer di atas lem.
Tidak boleh ada noda atau bekas lem di permukaan papan. Saat mengirim papan, pita perekat yang menghubungkan bagian-bagian lembaran veneer yang dipotong harus dilepas, dan permukaan yang berada di bawahnya harus dibersihkan.

Di sisi belakang pelat, goresan dan retakan diperbolehkan, yang disebabkan oleh pengelupasan atau pemotongan, dengan panjang hingga 300 mm, maksimum 2 pcs. pada 1 m2pelat, serta lekukan dan cetakan dari pelat lain dengan panjang hingga 100 mm.

Kelembaban papan sambungan harus 8 ± 2%. Cacat yang diizinkan tercantum dalam tabel. 11.

Tabel 11: Norma ketidakstabilan yang diizinkan dari papan sambungan, mm

Permukaan pelat yang dirawat Lembaran
akurasi normal (biasa) peningkatan akurasi
Belum dipotong dan diampelas di satu sisi  
Memutar 3.0 2.0
Kerut 0.6 0.4
Penggilingan di kedua sisi  
Memutar 2.5 1.5
Kerut 0.4 0.2

Papan sambungan harus direkatkan dengan kuat. Kekuatan batas geser lapisan perekat kering tidak boleh kurang dari 10 kg / cm32. Data tentang kekuatan pamungkas pelat diberikan dalam tabel. 12.

Tabel 12: Batasi kekuatan pelat pada tekukan statis (kg / cm2) tegak lurus dengan arah serat

Ketebalan pelat, mm Konstruksi pelat
Blok - veneer Blokir - bilah Dari bilah terpaku dan tidak direkatkan
Perekat
Kasein Damar Kasein Damar Kasein
C - 1 C - 35 C - 1 C - 35
16 dan 19 150 250 250 250 250 250 250
22, 25 dan 30 100 150 150 150 150 150 150
35, 40              
45 dan 50 70 120 120 120 120 120 120

Papan sambungan dimaksudkan untuk digunakan dalam pembuatan gerbong, papan tersebut harus diresapi dengan beberapa refraktori pelindung. Papan joiner dihitung dalam m3dengan akurasi 0,001 m3. Lembaran yang diproses dihitung, sebagai tambahan, dalam m2dengan akurasi 0,01 m2.

Pelat stolat diuji untuk kelembapan, kekuatan geser pamungkas per lapisan perekat dan kekuatan lentur pamungkas.

 

Apakah Anda punya pertanyaan? Klik suka atau tulis komentar